Sejarah Liverpool FC


Kali ini saya akan membahas tentang klub sepak bola yang menjadi klub satu-satu nya di hati saya,yaitu Liverpool FC. Saya mengagumi klub ini sejak saya duduk di bangku SMP. Memang tidak sengaja dikarenakan waktu saya bermain game sepak bola saya sering memakai tim ini. Karena keseringan saya jadi mencari-cari sejarah tentang klub ini. Dan puncak nya pada tahun 2005, mereka berhasil menjuara Liga Champion. Liga Champion adalah kasta tertinggi Eropa. Mari kita menilik sejarah nya sedikit.

Liverpool Football Club (dikenal pula sebagai Liverpool atau The Reds) adalah sebuah klub sepak bola asal Inggris yang berbasis diKota Liverpool. Saat ini Liverpool adalah peserta Liga Utama Inggris. Liverpool telah memenangkan 5 trofi Liga Champions UEFA (dulu Piala Champions) dan merupakan klub dengan pemegang gelar juaraLiga Champions UEFA terbanyak di Inggris dan ketiga di Eropa setelah Real Madrid dan AC Milan. Selain itu Liverpool juga pemegang masing-masing 3 gelar juara Liga Eropa UEFA dan Piala Super UEFA. Di kompetisi domestik, Liverpool adalah klub dengan 18 gelar juara Liga Inggris, 7 Piala FA, serta 7 kali juara Piala Liga. Liverpool didirikan pada tahun 1892 dan bergabung dengan Football League pada tahun berikutnya. Klub ini telah bermain di Stadion Anfield sejak pembentukannya yang terletak sekitar 4,8 km dari pusat kota Liverpool. Periode paling sukses dalam sejarah Liverpool adalah pada tahun 1970-an dan 1980-an ketika Bill Shankly dan Bob Paisley memimpin klub dengan sebelas gelar liga dan tujuh piala Eropa.

Liverpool didirikan pada tanggal 15 Maret 1892 sebagai akibat perseteruan antara Komite Everton FC dengan John Holding sebagai Presiden Klub yang juga pemilik stadion Anfield. Sebelumnya pada tahun 1891 John Houlding, sebagai penyewa dari Stadion Anfield, membeli tanah tersebut secara langsung dan mengusulkan meningkatkan harga sewa dari £ 100 sampai £ 250 per tahun. Everton, yang telah bermain di Anfield selama tujuh tahun, menolaknya dan terjadi perseteruan. Akibat dari perseteruan itu, Everton akhirnya pindah ke stadion Goodison Park dan John Holding menjadikan stadion Anfield sebagai kandang Liverpool sampai sekarang. Klub sempat diberi nama Everton FC and Athletic Grounds, Ltd., atau diringkas Everton Athletic, namun Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA)menolak mengakui ada dua tim bernama Everton. Pada bulan Juni 1892, John Houlding akhirnya memilih nama Liverpool F.C. sebagai nama baru, dan Liverpool menjelma menjadi kekuatan serius di kompetisi sepak bola Inggris.

Mengawali debutnya sebagai klub sepak bola profesional Liverpool bermain di Liga Lancashire dan berhasil menjadi juara sebelum akhirnya bergabung dengan Divisi II Liga Inggris (sekarang bernama Football League Championship) pada musim 1893-94. Pada musim pertamanya di Divisi II, Liverpool langsung menjadi juara dan berhak untuk promosi ke Divisi I (sekarang bernama Liga Primer Inggris). Liverpool tidak menunggu lama untuk menjadi juara liga, karena pada musim pertamanya di Divisi I ini (1900-01), Liverpool sukses menjuarai Divisi I dan mengulanginya lagi lima tahun kemudian.

Pelatih Liverpool:

Bill Shankly : Di awal kepelatihan nya Bill Shankly mempersembahkan gelar pertama piala FA pada tahun 1965, dan menjuarai liga pada musim 1965-66. Juga menjuarai Piala UEFA pada musim 1972-73. Pada musim berikut nya mereka juga menjuarai Piala FA, tidak di sangka itu persembahan terakhir Bill Shankly karena dia memutuskan pensiun secara mendadak. Dan memeberikan kursi kepelatilan kepada asisten nya yaitu Bob Paisley.

Bob Paisley: Kejayaan Liverpool di lanjutkan oleh era Bob Paisley. Selama 9 tahun Bob Paisley menjabat sebagai manajer Liverpool FC, ia memberikan total 21 tropi, termasuk 3 Piala Champions, 1 Piala UEFA, 6 juara Liga Inggris dan 3 Piala Liga secara berturut-turut. Dengan semua gelar itu tidak salah bila Bob Paisley menjadi manajer tersukses yang pernah menangani klub Inggris. Tidak hanya sukses memberikan gelar untuk Liverpool FC, tetapi Bob Paisley juga sukses dalam melakukan regenerasi di tubuh Liverpool FC dengan tampilnya para bintang muda, seperti:  Graeme Souness, Alan Hansen, Kenny Dalglish dan Ian Rush.

Joe Fagan: Menggantikan Paisley yang pensiun pada tahun 1983 dan digantikan oleh asistennya Joe Fagan. Sebagai penerus Bob Paisley, Joe Fagan yang pada saat itu berusia 62 tahun, di musim pertamanya berhasil mempersembahkan treble buat Liverpool yaitu juara Liga Inggris, juara Piala Liga dan juara Piala Champions. Raihan ini menjadikan Liverpool FC sebagai klub sepak bola pertama di Inggris yang berhasil meraih 3 gelar juara sekaligus dalam 1 musim kompetisi. Sayangnya catatan keemasan Joe Fagan ternoda oleh tragedi insiden di stadion Heysel, saat pertandingan liga Champion melawan Juventus. Insiden ini menewaskan 39 orang yang kebanyakan fans Juventus. Akibat nya Liverpool di skor oleh FIFA selama 6 tahun. Karena insiden ini Joe Fagan memutuskan pensiun dan di gantikan oleh Kenny Dalglish yang adalah mantan pemain hebat.

Kenny Dalglish:

Pada masa kepemimpinan Kenny Dalglish, Liverpool FC dibawa menjadi juara Liga Inggris sebanyak 3 kali dan juara Piala FA sebanyak 2 kali, termasuk gelar ganda juara Liga Inggris dan juaraPiala FA pada musim kompetisi 1985-86. Bila tidak terkena sangsi dari UEFA, bisa dipastikan Liverpool FC menjadi penantang serius untuk merebut Piala Champion pada saat itu. Kesuksesan Liverpool FC di masa kepemimpinan Kenny Dalglish kembali dibayangi kejadian mengerikan lainnya yaitu Tragedi Hillsborough. Pada pertandingan semi-final Piala FA melawanNottingham Forest F.C. tanggal 15 April 1989, ratusan penonton dari luar stadion memaksa masuk ke dalam stadion yang mengakibatkan Liverpudlian yang berada di tribun terjepit pagar pembatas stadion. Hal ini mengakibatkan 94 Liverpudlian meninggal di tempat kejadian, 1 Liverpudlian meninggal 4 hari kemudian di rumah sakit dan 1 Liverpudlian lainnya meninggal dunia setelah koma selama 4 tahun.  Tragedi ini menjadi catatan kelam bagi persepakbolaan Inggris. Setelah menjadi saksi dari tragedi mengerikan itu Kenny Dalglish trauma dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari kepelatihan. 

Setelah Liga Inggris berubah format menjadi Liga Premier, Liverpool tidak pernah lagi mencicipi Gelar Liga Inggris. Entah karena pemain yang kurang berkualitas atau tampuk kepemimpinan pelatih yang kurang baik, tetapi di berbagai ajang lain Liverpool berhasil menyabet gelar juara. Saya harap Liverpool bisa bangkit dan bisa memenangi Liga Inggris seperti jaman keemasan nya dulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s