Bagaimana Cara untuk Menangani Banjir Di Jakarta


Jakarta adalah ibukota negara republik Indonesia, sebagai ibukota negara dan juga sebagai kota metropolitan, Jakarta tidak lepas dari permasalahan yang menimpa kota besar pada umum nya. Bertumbuhnya bagunan pencakar langit yang tidak menyisahkan ruang terbuka hijau sama sekali, itu membuat kota Jakarta sering dilanda banjir. Dari masalah drainase sampai kali yang sudah menyempit akibat pendangkalan dan pemukiman warga. Kota Jakarta dari sejak jaman penjajahan atau jaman kolonial memang sudah dilanda banjir. Jakarta yang dulu bernama Batavia mengalami banjir besar pada tahun 1621, lalu diikuti pada tahun 1654 dan 1876, waktu itu jakarta dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen dibuat pusing karena banjir yang melanda, dan memutuskan untuk mencari solusi atas banjir itu, dari permbersihan gorong-gorong sampai pembuatan BKB(BanjirKanalBarat). Tapi banjir besar kembali terulang.

Dimasa sekarang pada Era Modern seperti ini banjir pun tidak terselasai kan, pada tahun 2007 dan 2008 banjir besar melanda Jakarta. Pemerintah pun dibuat pusing, banjir menggenang di seluruh wilayah DKI Jakarta, sampai melumpuhkan aktifitas warga. Kegiatan perekonomian pun terhambat, sampai Istana Negara puntergenang. Semua usaha sudah dilakukan mulai dari pengerukan kali, dan normalisasi waduk, nyatanya Jakarta tetap tergenang pada Awal 2014 tahun ini. Jakarta yang dipimpin oleh gubernur baru Joko Widodo, langsung mengambil langkah cepat karena rencana untuk mernormalisasi waduk dan kali tidak membuahkan hasil..

Lalu Gagasan pun kembali muncul, gubernur DKI Jakarta , gubernur Jawa Barat dan Walikota Tangerang, bertemu di bendungan katulampa bogor, untuk membahas mengenai masalah banjir di Jakarta. Hasil dari pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan yaitu membuat sodetan dari Kali Ciliwung ke Kali Cisadane, dan menornalisasi Kali Ciliwung dari hulu ke hilir, yang rencananya dimulai pada awal tahun depan. Tetapi kesepakatan itu belum final karena harus dikaji ulang, mengingat butuh dana yang besar untuk pembebasan lahan dan waktu yang tidak sedikit. Setidaknya Gagasan ini membawa angin segar dan harapan untuk warga Jakarta agar terbebas dari banjir. Semoga kota Jakarta menjadi idaman bagi warga Jakarta untuk layak ditinggali.

Be Positive, Go Ahaed

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s