Penulisan Ilmiah : Pengenalan Kebudayaan Jawa Tengah Berbasis Android


Kali ini saya akan memposting hasil kerja Penulisan Ilmiah saya yang dibuat menggunakan platform Android yang berjudul Pengenalan Kebudayaan Jawa Tengah Berbasis Android, Silahkan mengklik url ini yang akan langsung menuju ke situs untuk mendownload file ekstensi android atau .APK file. http://www.4shared.com/mobile/ifVxl8R2ba/jawatengahandroid2014091100243.html

Iklan

Resensi Novel Ayat Ayat Cinta


RESENSI NOVEL AYAT AYAT CINTA

 

a.    Judul resensi                      :           Indahnya Cinta dalam Balutan Islam

b.    Identitas buku, meliputi    :

1.      Judul buku                              :           Ayat Ayat Cinta

2.      Nama pengarang                     :           Habiburrahman El Shirazy

3.      Tempat penerbitan buku         :           Jakarta, Penerbit Republika

4.      Tahun penerbitan                    :           2004

5.      Tebal buku                              :           20, 5 x 13, 5 cm

6.      Jumlah halaman                       :           420 halaman

7.      Harga buku                             :           Rp 43. 500, 00

c.    Isi buku / sinopsis singkat.

Novel ini bercerita tentang kisah percintaan yang di balut dalam ajaran-ajaran islaminya yang sangat kental. Kisah berawal dari seorang mahasiswa bernama Fahri bin Abdullah Shiddiq. Ia adalah seorang mahasiswa Universitas Al-azhar, Mesir.

Di Mesir Fahri tinggal bersama dengan keempat temannya yang juga berasal dari Indonesia. Mereka tinggal di apartemen sederhana. Mereka mempunyai tetangga yang sangat baik dan akrab dengan mereka, yaitu keluarga Tuan Boutros. Tuan Boutros mempunyai istri bernama Madame Nahed, dan dua orang anak mereka Maria dan Yousef. Keluaraga Tuan Boutros adalah keluarga Kristen Koptik yang sangat taat. Putri sulung mereka yang bernama Maria, ia gadis yang unik. Ia seorang Kristen Koptik, namun ia suka pada Al-Quran. Ia bahkan hafal beberapa ayat Al-Quran, diantarnnya adalah surat Maryam. Sebuah surat yang membuat dirinya merasa bangga.

Pertemuan berawal ketika Fahri pergi ke Shubra El-Kaima untuk talaqqi pada Syaikh Utsman Abdul Fattah. Ia pergi  kesana naik metro, dan disitulah awal Fahri bertemu dengan perempuan bercadar yang bernama Aisha. Aisha bukanlah orang Mesir, melainkan gadis asal Jerman yang sedang studi di Mesir.

Selain mempunyai tetangga yang baik, Fahri juga mempunyai tetangga yang sangat galak dan kasar. Kepala keluarga itu bernama Bahadur. Bahadur mempunyai istri bernama madame Syaima dan putri bungsunya Noura. Bahadur selalu bersikap kasar dengan Noura. Malam itu Fahri ingin menolong Noura yang sedang jadi bulan-bulanan oleh Bahadur, tapi Fahri tidak bisa menolongnya, lalu dia meminta bantuan Maria, akhirnya Maria mau menolong Noura. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingi menolongnya. Sayang hanya empati saja, tidak lebih.

Maria tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al-Quran, dan mengagumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja.

Nurul adalah anak seorang Kyai terkenal yang juga mencari ilmu di Al-Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis itu. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah mengungkapkan perasaanya pada Nurul. Padahal Nurul juga menaruh hati pada Fahri, tapi Nurul juga tidak sanggup mengungkapkan perasaanya kepada Fahri.

Muncullah Aisah, si mata Indah yang menyihir Fahri sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku. Aisah jatuh cinta pada Fahri, dan juga Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.

Mereka berdua menikah, dijodohkan oleh pamannya Aisha. Mereka hidup bahagia. Beberapa bulan kemudian Aisha dinyatakan mengandung. Tak lama kemudian, Fahri dapat kabar kalau Maria koma. Belum sempat menjenguk Maria, malapetaka datang menghampiri rumah tangga mereka. Noura menuduh Fahri telah memperkosanya. Semua orang tahu bahwa itu adalah fitnah. Fahri diseret, dan dimasukkan ke penjara. Kuncinya semua ini adalah Maria yang sedang koma. Dia mengetahui bagaimana kejadian yang sebenarnya.

Keluarga Boutros mendatangi Fahri di penjara, mereka berniat mengunjungi Fahri dan juga ingin meminta bantuan kepada Fahri untuk menyadarkan Maria dari komanya, dengan menrekam suara Fahri dan nantinya akan didengarkan ke Maria. Kata dokter hanya orang yang dicintai Maria yang dapat menyembuhkannya. Tak kunjung sadar juga, akhirnya dokter dan madame Nahed mneyuruh Fahri untuk menyatakan cintanya kepada Maria. Sebelumnya Fahri tidak mau melakukan itu, lalu Fahri meminta izin kepada Aisha, akhirnya Aisah menyetujuinya. Setelah itu, Fahri langsung menikahi Maria. Setelah beberapa saat kemudian, Maria sadar.

Sidang penentuan tiba, diakhir persidangan Maria tiba. Dia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu. Setelah mengatakan itu semua, Maria pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Fahri memenangkan sidang tersebut, dan Bahadur dimasukkan penjara.

Begitu divonis bebas, Fahri dibawa oleh Aisha ke rumah sakit yang sama dengan Maria untuk diperiksa. Sejak selesai dari persidangan itu, Maria belum sadarkan diri juga. Beberapa saat kemudian, Aisha mendengar Maria mengigau kalau dia ingin masuk surga, tapi tidak diperbolehkan. Lalu ia terbangun dan menceritakan itu semua pada Aisha dan juga Fahri. Fahri tau apa yang dimaksudkan oleh Maria, lalu ia membopong Maria ke kamar mandi dan Aisha membantu untuk mewudhui Maria. Selesai itu Maria kembali dibaringkan di atas kasur seprti semula. Lalu dengan suara lirih yang keluar dari relung jiwa ia melafalkan syahadad. Tak lama kemudian, kedua matanya tertutup rapat dan akhirnya Maria meninggal dunia.

 

 

d.    Kelebihan dan kelemahan buku.

·         Kelebihan :

1. Novel ini mengajarkan kehidupan Islami yang sangat kental sekali, bisa menjadi motivasi orang-orang yang membacanya.

2. Novel ini menggunakan bahasa arab, dan disetiap halaman yang ada bahasa arabnya, di bawahnya pasti ada terjemahannya.

3. Ayat Ayat Cinta mengajak kita untuk lebih jernih, lebih cerdas dalam memahami cakrawala keislaman, kehidupan, dan juga cinta.

·         Kelemahan :

1.      Tokoh utama Fahri, yang hanya laki-laki biasa dan anak seorang petani dicintai oleh empat orang wanita sekaligus. Dalam kehidupan nyata hal ini mustahil terjadi. Kesannya Fahri digambarkan sebagai laki-laki yang hampir sempurna.

2.      Maria yang jatuh sakit berminggu-minggu bahkan sampai koma, cuma karena ditolak citanya oleh Fahri. Dalam kehidupan nyata hal ini terlalu berlebihan.

e.    Kelebihan dan kelemahan buku bisa kita lihat dari isi, bahasa, dan kemasannya.

1)      Isi, meliputi kualitas, kelengkapan, dan kebaruan.

Kualitasnya sangat baik, diterbitkan di Jakarta oleh Penerbit Republika. Novel ini menurut saya juga sudah lengkap, mulai dari cover depan sampai belakang. Kebaruan, novel ini bisa dikatakan sudah lama, cetakan pertama terbit desember tahun 2004, dan cetakan terakhir yang saya lihat april 2008.

2)      Bahasa, meliputi kelancaran, ketepatan, dan komunikatifan bahasa.

Novel ini ditulis dengan bahasa lancar dengan tokoh-tokoh yang “hidup” dalam berbagai karakter, membuat novel ini tidak hanya sekedar dibaca sebagai cerita picisan atau romantisme biasa, melainkan membaurkan pengetahuan atas hidup dan berkehidupan secara indah. Ketepatan dalam mengolah kata-kata sangat tepat, membuat cerita dalam novel ini terasa benar-benar terjadi. Bahasanya juga komunikatif, mudah dipahami oleh pembacanya. Di dalam novel ini ada bahasa arabnya juga, dan dibawahnya ada artinya  jadi memudahkan si pembaca memahmi isinya.

3)      Kemasan buku.

Novel ini dikemas dengan sangat baik. Sebelum membaca isinya, pembaca disuguhkan dengan komentar-komentar orang yang sudah membaca novel tersebut, jadi menambah keinginan saya untuk mengetahui bagaiman isi ceritanya.

f.     Perbandingan dengan fiksi lain.

Menurut saya novel Ayat Ayat Cinta ini ceritanya sangat menyentuh. Dibandingkan dengan novel-novel yang sudah saya baca sebelumnya, novel ini lebih bisa memotivasi saya dalam hal keislaman. Novel ini tidak saja menceritakan kehidupan percintaan seperti novel-novel tentang cinta yang lain, tapi novel ini mengenalkan bagaimana percintaan menurut islam yang sebanar-benarnya. Novel ini memang sangat bagus isi ceritanya, tidak hanya menggambarkan kehidupan seseorang yang sangat sederhana, tetapi juga mengajarkan kepada kita betapa pentingnya hidup di jalan Allah, hidup hanya benar-benar untuk Allah S.W.T.

 

 

g.    Arah dan saran pemilihan buku.

Novel ini sangat bagus untuk dibaca, menambah pengetahuan tentang Islam yang sesungguhnya dan mengajari kita tentang banyak hal yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya.

h.    Unsur bahasa yang digunakan.

1.      Tema : Cinta Penuh Pengorbanan

2.       Tokoh : Fahri, Maria, Aisha, Nurul, Noura, Saiful, Rudi, Hamdi, Mishbah, keluarga Tuan Boutros, Bahadur,

3.      Plot / alur : Maju.

4.      Perwatakan :

·         Fahri : Rajin, pintar, sabar, terencana, tepat waktu, ikhlas, ulet, penolong, sholeh, aktifis, pintar dalam memimpin, lurus, penuh dengan target.

·         Maria : Ceria, suka bergurau, rajin, pintar, tapi fisiknya lemah, manja tertutup.

·         Aisah : Orangnya lembut, sabar, ikhlas, terencana, pintar, sholehah, serba mewah.

·         Nurul : Rajin, pintar, pemalu , tidak terbuka, kaku, emosi, sholehah.

·         Noura : Orangnya tertutup, sulit di tebak,pintar, tapi dia kejam, emosi, pendiam.

·         Keluarga Tuan Boutros : Baik hati, sopan, suka menolong, tidak sombong walaupun orang kaya.

·         Bahadur : Kasar, semena-mena pada anak, suka memfitnah.

·         Teman Fahri (Saiful, Rudi, Hamdi, Mishbah) : Baik, tekun, pintar, rajin, sholeh.

5.      Setting / latar : Mesir, Kairo, Al-Azhar, flat, masjid, restoran, metro, penjara, rumah sakit, Alexandria.

6.      Amanat : Semakin banyak ilmu yang kita dapat, maka semakin banyak pula hambatan, godaan yang harus kita lewati dan dipecahkan dengan hati yang sabar dan yakin akan ada hikmahnya.

7.      Sudut pandang : Aku orang ke 1

 

i.      Tujuan pengarang dan tujuan resentator.

Tujuan pengarang, novel ini merupakan sarana yang tepat sebagai media penyaluran dakwah kepada siapa saja yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam.

Tujuan saya meresensi novel ini, yaitu untuk memenuhi tugas kuliah saya, mata kuliah Membaca Komprehensif.

j.      Harapan dan saran resentator.

Harapan saya, semoga setelah membaca novel Ayat Ayat Cinta ini, semua dapat termotivasi agar menjadi orang yang lebih baik.

Saran buat kalian semua yang belum membaca novel ini, cobalah baca maka kalian semua akan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Buku adalah jendela dunia, itu benar sekali. Dengan membaca novel ini, kita bisa mengetahui Mesir dan apa saja yang ada di sana.

k.    Kesimpulan, berisi kualitas keseluruhan isi buku.

Novel ini tidak saja menceritakan kehidupan percintaan seperti novel-novel tentang cinta yang lain, tapi novel ini mengenalkan bagaimana percintaan menurut islam yang sebanar-benarnya. Novel ini memang sangat bagus isi ceritanya, tidak hanya menggambarkan kehidupan seseorang yang sangat sederhana, tetapi juga mengajarkan kepada kita betapa pentingnya hidup di jalan Allah, hidup hanya benar-benar untuk Allah S.W.T. Seperti yang sudah saya katakan tadi sebelumnya. Mengajarkan kita betapa susahnya perjuangan seorang mencari ilmu di negeri orang.

 

sumber: http://endahkurniaw.blogspot.com/2013/03/resensi-novel-ayat-ayat-cinta.html

 

Menjaga Kesehatan Mata


Mata adalah salah satu indera yang saat penting bagi manusia, fungsi nya sangat vital karena semua aktifitas manusia tidak bisa dilakukan tanpa melihat. Kadang kita terlalu berlebihan menggunakan mata kita entah sedang di rumah atau sedang beraktifitas di luar, tidak sadar kita terlalu memforsir lebih kekuatan mata kita. Sadarkah anda jumlah orang yang memakai kacamata dari tahun ke tahun bertambah dengan drastis? Berikut adalah tips-tips untuk menjaga mata kita agar selalu tetap sehat.

1. Periksa mata setiap 12 bulan

Masalah penglihatan yang tidak ditangani akan berkembang semakin parah , sebaiknya dihindari memakai lensa kontak atau kacamata yang tidak lagi cocok untuk anda karena dapat menyebabkan masalah penglihatan dan sakit kepala.

2. Kacamata anti-UV
Sinar UV dapat membuat kerusakan serius pada mata. Kacamata yang baik dapat mencegah hal ini. Ketika membeli kacamata, pastikan yang dapat memantulkan paling tidak 98% radiasi UV.

3. Nutrisi untuk Mata
Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa vitamin dan kelompok antioksidan dapat mencegah, atau paling tidak memperlambat degenerasi makular dan pertumbuhan katarak. Nutrisi yang baik bagi tubuh juga baik untuk mata.

4. Penggunaan cahaya yang cukup
Bekerja dengan cahaya minim dapat menyebabkan kelelahan mata, tapi cahaya yang terlalu terang juga tidak baik. Arah cahaya terbaik jika bekerja menggunakan komputer adalah dari lampu meja bercahaya lembut dari arah samping. Kurangi tingkat terang (brightness) monitor. Warnanya memang jadi tak terlalu tajam, tapi mata akan jadi lebih nyaman.

5. Istirahatkan mata Anda
Hampir semua orang merasakan mata mereka jadi tidak nyaman setelah duduk seharian di depan layar komputer. Hal ini disebabkan mata berkedip 25% lebih sedikit dari biasanya, yang menyebabkan mata jadi kering. Satu hal yang bisa dilakukan adalah menutup mata Anda dan menghitung sampai 5 sebelum membukanya kembali. Hal lainnya adalah berpaling dari layar monitor dan fokus pada sebuah objek yang jauh. Lakukan ini selama beberapa menit setiap 30 menit.

6. Cari lensa kontak dengan kualitas baik
Tidak semua lensa kontak sama. Ada yang aman untuk mata Anda, dan ada juga yang beresiko merusak mata.

7. Jika memakai lensa kontak, rawatlah dengan baik
Lensa kontak tidaklah begitu merepotkan, tapi Anda juga tak dapat mengabaikan kebersihannya. Setiap kali akan memakai atau melepaskan lensa kontak Anda, bilaslah. Anda juga harus mengganti cairannya, ketika Anda menaruh di tempatnya waktu Anda tidur di malam hari.

8. Pakailah lensa kontak sesuai jadwal yang disarankan
Ada orang yang berbiat menghemat dengan memakai lensa kontak lebih lama daripada yang dimaksudkan. Ini bukanlah hal yang baik. Meskipun kulitas lensanya tidak akan berkurang, tumpukan protein dapat mengaburkan penglihatan Anda. Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah, semakin lama Anda memakai lensa kontak Anda, semakin tinggi resiko mata Anda terkena infeksi.

9.Gunakan filter monitor.
Untuk mengurangi sinar yang menyilaukan dan radiasi yang dipancarkan layar monitor, gunakan filter glass monitor. Berbicaralah pada vendor perlengkapan komputer anda untuk mendapatkan filter yang baik dan mampu mengurangipengaruh radiasi, bukan hanya sekedar meredupkan cahaya monitor.

10. Letakkan kertas kerja agar mudah dibaca saat di depan komputer.
Jika anda harus bekerja dengan menyalin atau membaca kertas kerja, maka letakkan kertas kerja tersebut dalam jarak yang seimbang dengan monitor anda. Ini agar anda tidak perlu bolak-balik memfokuskan pandangan untuk membaca kertas kerja anda, setelah membaca di layar monitor.

Makanan Yang Menyehatkan Saat Musim Hujan


Dijaman yang serba canggih seperti sekarang ini, kita semakin sulit mendapatkan makanan yang sehat. Semua sudah serba instan, anda dapat mendapat makanan di restoran cepat saji tampa perlu repot-repot. Namun apakah itu sehat, apalagi sekarang sedang musim penghujan. Maka kita lebih memilih makanan yang instan dengan duduk dirumah dan memesan via delivery order. Tetapi jangan khawatir karena masih ada makanan yang menyehatkan tanpa perlu repot. Mau tau, cekibrot!

1. Yoghurt

Studi Universitas Vienna, Austria, menyebutkan mengkonsumsi 2 ons yoghurt sehari sama efektifnya dengan mengkonsumsi obat kekebalan tubuh. Makanan ini mengandung bakteri sehat yang menjaga usus dan salurannya dari penyakit karena bakteri dan kuman.

2. Oat atau Barley

Oats dan barley mengandung serat khusus yang disebut beta-glucan yang berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba. Dua zat ini sangat penting untuk melindungi sel dari kerusakan karena molekul tidak stabil atau mikroorganisme. 

3. Bawang Putih

Jenis bumbu ini mengandung bahan aktif allicin yang melawan infeksi dan bakteri. Satu penelitian di Inggris menyimpulkan konsumsi bawang putih membuat kemungkinan terserang flu turun 66 persen dibandingkan tak mengkonsumsinya. Penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang makan lebih dari enam siung bawang putih seminggu maka pertumbuhan kanker perutnya juga melambat sepertiga dibanding tak mengkonsumsi. 

4. Ikan

Ikan mengandung selenium. Zat ini membantu sel darah putih memproduksi sitokin, jenis protein yang membersihkan tubuh dari virus flu. Ikan jenis salmon, mackerel, dan herring mengandung lemak omega-3 yang mengurangi peradangan, meningkatkan aliran udara, dan melindungi paru-paru dari flu dan infeksi pernapasan.

5. Daging Sapi

Daging sapi adalah sumber seng yang sangat baik. Seng membantu perkembangan sel-sel darah putih. Mereka yang kekurangan seng ringan lebih rentan terhadap infeksi.

6. Ubi Jalar

Bahan makanan ini kaya vitamin A yang membantu membangun jaringan ikat kulit. Jaringan ini adalah pertahanan pertama dalam memerangi infeksi bakteri dan lainnya. Dengan demikian, kesehatan kulit tetap baik dan terjaga.

7. Jamur

Jamur meningkatkan produksi dan aktivitas sel darah putih. Jamur shitake, maitake, dan jamu reshi adalah beberapa jamur yang baik untuk sistem kekebalan tubuh.

8. Berries

Jenis-jenis berries, seperti blackberry, raspberry, blueberry, dan stroberi mengandung anthocyanin. Zat ini yang memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melawan penyakit.

Sekian tips ini, tetap sehat, tetap semangat.

Tips Menjual Mobil Bekas


Berminat untuk menjual mobil bekas anda, sebaik nya jangan terlalu terburu-buru. Karena mobil bekas anda bisa dihargai lebih dari yang anda kira.Agar nilai jual mobil tidak terlalu jatuh, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti kenyamanan dalam kabin yang tetap terjaga. Jok mobil yang masih empuk, tidak adanya segala macam bau-bau yang kurang sedap, tidak berjamur, safety belt dapat berfungsi dengan baik, fungsi AC berjalan dengan maksimal, akan menambah kenyamanan si pengendaranya.

Keutuhan cat bodi juga harus dipertahankan. Tidak adanya baret-baret atau bekas tabarakan, menandakan bahwa mobil tersebut biasa digunakan secara hati-hati dan dirawat dengan baik. Jika mobil tersebut mempunyai tambahan aksesori (apalagi jika genuine parts and accessories), maka harga jual mobil pasti akan terdongkrak.

Ada satu hal yang krusial dan pasti diperhatikan oleh calon pembeli yaitu apakah ada rembesan dari kolong mobil, baik itu rembesan oli, air, maupun bahan cair lainnya. Akan sangat berbahaya apabila ada bagian kolong mobil yang bocor.Surat-surat mobil juga harus diperhatikan kelengkapannya, seperti BPKB, STNK dan pajak masih berlaku, buku servis, nota pembelian, faktur, hingga polis asuransi yang lengkap akan menambah kepercayaan calon pembeli karena ada keyakinan bahwa mobil yang dijual adalah mobil yang dibeli secara resmi.

Apabila semua hal yang menyangkut kelengkapan dan performa mobil sudah baik, maka langkah selanjutnya adalah memastikan dengan media apa mobil tersebut diiklankan, seperti:

Media Online, iklan bisa cepat terakses oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Media offline (majalah, surat kabar),Walaupun penyebarannya tidak seluas media online dan kata-kata yang digunakan juga singkat, tetapi media offline dapat disimpan, dan sewaktu-waktu iklan tersebut akan terbaca kembali.

Perantara,Dengan menggunakan jasa perantara seperti makelar mobil, teman, saudara, maka waktu dan tenaga bisa dihemat, tetapi penyebaran informasinya kurang efektif dan memerlukan waktu yang lama agar tersebar secara luas dan merata. Selain itu akan ada biaya tambahan yang muncul sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

Sekian tips yang bisa diberikan , semoga bermanfaat.

Melindungi Rumah Disaat musim hujan


BMKG memperkirakan dari awal tahun hingga maret mendatang sebagian wilayah di Indonesia akan dilanda curah hujan yang tinggi. Sehingga sejak dini anda harus mulai mempersiapkan keadaan rumah anda. Yang biasa terjadi seperti Atap bocor, dinding rembes, atau banjir tentu merupakan hal yang paling ditakuti saat musim penghujan seperti saat ini. Nah, saya akan meberikan sedikit tips untuk menjaga rumah anda siap pada musim hujan ini.

Atap
Periksa atap rumah Anda dua kali setahun. Hal ini jauh lebih murah dibanding  memperbaiki rumah yang kebocoran.

Carilah retak di sepanjang bubungan atap, demikian pula talang bagian bawah jurai atap. Pastikan tak ada lubang atau karat pada talang—bila terbuat dari logam.

Pastikan tak ada genting yang pecah, lapuk, atau tak terpasang sempurna. Jika terjadi, segera ganti atau betulkan.

Saluran Air
Lihatlah saluran pembuangan rumah Anda untuk memastikan bahwa air hujan dapat mengalir dan tak kembali ke rumah Anda. Lihatlah, apakah ada banyak butiran kecil tanah liat mengumpulkan di sana. Butiran tanah liat di selokan adalah tanda bahwa atap mulai lapuk.

Langit-langit 
Periksa langit-langit untuk memastikan tidak ada tanda-tanda kebocoran. Hindari terjadinya tetesan air, munculnya jamur atau perubahan warna dinding dan langit-langit. 

Pintu dan Jendela 
Pastikan keduanya dapat menutup  dengan rapat. Jika tidak, melakukan perbaikan sebagaimana diperlukan.

Cabang Pohon
Pastikan tak ada dahan dan cabang mati di pohon sekitar rumah Anda. Hal ini akan mengurangi risiko rumah Anda tertimpa cabang pohon saat terjadi hujan badai.

Sebenarnya masih banyak yang harus dilakukan akan rumah anda terproteksi dengan benar. Agar tetap nyaman ditinggali pada saat musim hujan seperti ini.

Bagaimana Cara untuk Menangani Banjir Di Jakarta


Jakarta adalah ibukota negara republik Indonesia, sebagai ibukota negara dan juga sebagai kota metropolitan, Jakarta tidak lepas dari permasalahan yang menimpa kota besar pada umum nya. Bertumbuhnya bagunan pencakar langit yang tidak menyisahkan ruang terbuka hijau sama sekali, itu membuat kota Jakarta sering dilanda banjir. Dari masalah drainase sampai kali yang sudah menyempit akibat pendangkalan dan pemukiman warga. Kota Jakarta dari sejak jaman penjajahan atau jaman kolonial memang sudah dilanda banjir. Jakarta yang dulu bernama Batavia mengalami banjir besar pada tahun 1621, lalu diikuti pada tahun 1654 dan 1876, waktu itu jakarta dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen dibuat pusing karena banjir yang melanda, dan memutuskan untuk mencari solusi atas banjir itu, dari permbersihan gorong-gorong sampai pembuatan BKB(BanjirKanalBarat). Tapi banjir besar kembali terulang.

Dimasa sekarang pada Era Modern seperti ini banjir pun tidak terselasai kan, pada tahun 2007 dan 2008 banjir besar melanda Jakarta. Pemerintah pun dibuat pusing, banjir menggenang di seluruh wilayah DKI Jakarta, sampai melumpuhkan aktifitas warga. Kegiatan perekonomian pun terhambat, sampai Istana Negara puntergenang. Semua usaha sudah dilakukan mulai dari pengerukan kali, dan normalisasi waduk, nyatanya Jakarta tetap tergenang pada Awal 2014 tahun ini. Jakarta yang dipimpin oleh gubernur baru Joko Widodo, langsung mengambil langkah cepat karena rencana untuk mernormalisasi waduk dan kali tidak membuahkan hasil..

Lalu Gagasan pun kembali muncul, gubernur DKI Jakarta , gubernur Jawa Barat dan Walikota Tangerang, bertemu di bendungan katulampa bogor, untuk membahas mengenai masalah banjir di Jakarta. Hasil dari pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan yaitu membuat sodetan dari Kali Ciliwung ke Kali Cisadane, dan menornalisasi Kali Ciliwung dari hulu ke hilir, yang rencananya dimulai pada awal tahun depan. Tetapi kesepakatan itu belum final karena harus dikaji ulang, mengingat butuh dana yang besar untuk pembebasan lahan dan waktu yang tidak sedikit. Setidaknya Gagasan ini membawa angin segar dan harapan untuk warga Jakarta agar terbebas dari banjir. Semoga kota Jakarta menjadi idaman bagi warga Jakarta untuk layak ditinggali.

Be Positive, Go Ahaed

Proposal Penelitian Terumbu Karang


I. PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Indonesia dengan wilayah lautnya yang sangat luas diperkirakan mempunyai terumbu karangnya sekitar 60.000 km2 membuat negara ini sangat kaya dengan keanekaragaman hayati. Salah satu lokasi yang terumbuh karang di Indonesia adalah terletak diperairan Wakatobi,  Daerah ini  didominasi perairan laut yang luasnya mencapai 55.113 km2 dan garis pantai ± 251,96 km atau mencapai 98,5% dari keseluruhan total wilayah . Kekayaan jenis sumberdaya alam laut yang tinggi dan unik serta mempunyaipanorama bawah laut yang menakjubkan menjadikan kepulauan Wakatobi dijuluki surga bawah laut di antara pusat segitiga karang dunia (the heart of coral triangle centre) yaitu wilayah yang memiliki keanekaragaman terumbu karang dan ikan serta keanekaragaman hayati tertinggi di dunia yaitu sekitar 90% (750 jenis dari 850 jenis karang dunia ditemukan di Wakatobi .

Terumbu karang merupakan keunikan di antara asosiasi atau komunitas lautan yang seluruhnya dibentuk oleh kegiatan biologis. Terumbu karang mempunyai nilai dan arti yang sangat penting baik dari segi sosial ekonomi dan budaya, karena hampir sepertiga penduduk Indonesia yang tinggal di daerah pesisir dan menggantungkan hidupnya dari perikanan laut dangkal .

Ekosistem terumbu karang mempunyai produktivitas dan keanekaragaman jenis fauna yang tinggi. Selain itu ekosistem terumbu karang merupakan tempat hidup, tempat mencari makan (feeding ground), daerah asuhan (nursery ground) dan tempat memijah (spawning ground) untuk berbagai biota laut. Terumbu karang juga memiliki fungsi ekonomi tinggi karena terumbu karang merupakan tempat hidup bagi ikan-ikan karang yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti ikan kerapu, baronang, ekor kuning dan lainnya. Dalam keadaan yang sehat terumbu karang dapat menghasilkan 20 – 30 ton ikan pertahun.

Daerah Perlindungan Laut (DPL) Desa Waha Kecamatan Wangi – Wangi Kabupaten Wakatobi dibentuk dalam rangka mendukung pengelolaan terumbu karang yang berkelanjutan. Sejak Tahun 2006 COREMAP II Wakatobi telah menginisiasi pembentukan DPL di lokasi-lokasi program yang diharapkan dapat melindungi serta melestarikan ekosistem terumbu karang sekaligus meningkatkan produksi perikanan.  DPL dibentuk sebagai salah satu upaya yang efektif dalam mengurangi kerusakan ekosistem pesisir, yaitu dengan melindungi habitat penting khususnya ekosistem terumbu karang dan Populasi ikan (terutama ikan yang berasosiasi dengan terumbu karang).  DPL dengan kondisi karang yang bagus memiliki kelimpahan dan jumlah jenis ikan karang yang lebih tinggi bangdingkan dengan daerah yang bukan DPL .  Namun sejauh ini di DPL Desa Waha belum ada penelitian yang melihat/mengukur persentase penutupan karang dan kelimpahan ikan secara akurat sehingga bisa menggambarkan kondisi terumbu karang dan ikan karang disuatu DPL.

B.     Rumusan masalah

Adapun masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan antara persentase penutupan karang dan kelimpahan ikan di Daerah perlindungan laut (DPL) Desa Waha Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi.

C.       Tujuan dan Kegunaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persentase penutupan karang dan kelimpahan ikan di DPL Desa Waha.Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dasar bagi langkah-langkah pengelolaan bijaksana DPL dan terumbu karang serta sebagai informasi dasar bagi penelitian selanjutnya.

II.  LANDASAN TEORI

A. Landasan Teori

Terumbu karang adalah endapan masif yang penting dari kalsium karbonat yang dihasilkan oleh karang (Filum Cnidaria, kelas Anthozoa, ordo Madreporaria/ Scleractinia) dengan sedikit tambahan dari alga berkapur dan organismeorganisme lain yang mengeluarkan kalsium karbonat (CaCO3) . Karang merupakan binatang sederhana, berbentuk tabung dengan mulut berada di atas yang juga berfungsi sebagai anus. Mulut dikelilingi oleh tentakel yang berfungsi sebagai penangkap makanan. Mulut dilanjutkan dengan tenggorokan yang pendek yang langsung menghubungkan dengan rongga perut. Di dalam rongga perut berisi semacam usus yang disebut dengan mesentri filament yang berfungsi sebagai alat pencerna .

Dinding polip karang terdiri dari tiga lapisan yaitu ektoderma, endoderma, mesoglea. Ektoderma merupakan jaringan terluar yang terdiri dari berbagai jenis sel yang antara lain sel mukus dan sel nematokis. Jaringan endoderma berada di lapisan dalam yang sebagian besar selnya berisi sel algae yang merupakan simbion karang, sedangkan mesoglea adalah jaringan yang berada di tengah antara keduanya yang berupa lapisan seperti jelly. Seluruh jaringan karang juga dilengkapi oleh silia dan flagela yang berkembang dengan baik di lapisan luar tentakel. Struktur polip dan kerangka kapur hewan karang terdiri dari lempeng dasar, epiteka, koralit, koralum, kalik, kosta dan kolumela. Lempeng dasar terletak di dasar sebagai pondasi dari septa yang muncul membentuk struktur yang tegak dan melekat pada dinding yang disebut epiteka.

Koralit yaitu keseluruhan skeleton yang terbentuk dari satu polip dalam satu individu atau satu koloni disebut koralum. Kalik merupakan permukaan koralit yang terbuka, serta yang tumbuh hingga mencapai dinding luar dari koralit dinamakan kosta. Struktur yang terdapat di dasar dan tengah koralit yang merupakan kelanjutan dari septa disebut kolumella. 

Setiap individu polyp yang hidup tumbuh di dalam bentuk mangkuk keras (calyx) sambil membentuk rangka kapur (CaCO3) yang di tumpuk di bawahnya. Semakin lama tumpukan lapisan kapur ini semakin tebal sementara polyp yang hidup tetap menempel dibagian atasnya. Terdapat bermacam-macam karakteristik bentuk ada yang padat, bercabang-cabang, bulat pipih, bentuk jari tangan, tebal dan sebagainya. Hewan karang jenis ini disebut karang keras. Hewan karang dewasa biasanya dapat memanjang dan menggerakan tentakelnya tetapi tidak dapat bergerak ke luar meninggalkan mangkuk (calyx) tempatnya menempel .Polyp karang bersimbiosis dengan biota lainnya. Dalam kehidupan berasosiasi karang berperan sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen. Hal tersebut disebabkan karena karang bersimbiosis dengan zooxanthellae yang menghasilkan bahan organik .

Ada dua tipe karang, yaitu karang yang membentuk bangunan kapur (hermatypic corals) dan ada yang tidak dapat membentuk bangunan karang (ahermatypic corals). Hermatypic corals adalah koloni karang yang dapat membentuk bangunan atau terumbu dari kalsium karbonat (CaCO3), sehingga sering disebut pula reef building corals. Sedangkan ahermatypic corals adalah koloni karang yang tidak dapat membentuk terumbu .

Pertumbuhan karang dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik meliputi kegiatan predasi, kompetisi, agresi karang lain. Faktor abiotik dapat berupa intensitas cahaya, lama penyinaran, suhu, nutrisi dan sedimentasi. Karang memiliki kemampuan hidup diperairan miskin, tidak dapat beradaptasi teradap kenaikan nutrien secara mendadak dalam jumlah besar .

Terumbu karang (coral reefs) merupakan kumpulan masyarakat (binatang) karang (reef coral), yang hidup di dasar perairan, yang berupa batuan kapur (CaCO3), dan mempunyai kemampuan yang cukup kuat untuk menahan gaya gelombang laut. Binantang-binatang karang tersebut umumnya mempunyai kerangka kapur, demikian pula alga yang berasosiasi di ekosistem ini banyak di antaranya juga mengandung kapur .

Keanekaragaman, penyebaran dan pertumbuhan karang tergantung pada kondisi lingkungannya. Kondisi ini pada kenyataannya tidak selalu tetap, akan tetapi seringkali berubah karena adanya gangguan, baik yang berasal dari alam atau aktivitas manusia. Gangguan dapat berupa faktor fisik-kimia dan biologis. Faktor-faktor fisik-kimia yang diketahui dapat mempengaruhi laju kehidupan pertumbuhan karang, antara lain adalah cahaya matahari, suhu, salinitas, dan sedimen. Sedangkan faktor biologis, biasanya berupa predator atau pemangsanya .

a. Kecerahan

Radiasi sinar matahari memegang peranan penting dalam pembentukan karang. Penetrasi sinar menentukan kedalaman di mana proses fotosintesis terjadi pada organisme alga dan zooxanthellae dari jaringan terumbu. Produksi primer yang dihasilkan oleh terumbu karang diakibatkan oleh aktivitas zooxanthellae, sehingga distribusi vertikal terumbu karang hanya mencapai kedalaman efektif sekitar 10 meter dari permukaan laut .

Cahaya matahari diperlukan oleh zooxanthellae yang hidup bersimbiosis dengan karang untuk berfotosintesis yang menghasilkan oksigen terlarut dalam air. Jika laju fotosintesis berkurang, maka kemampuan karang untuk menghasilkan kalsium karbonat dan membentuk terumbu akan berkurang .

b. Suhu

Secara global, sebaran terumbu karang dunia dibatasi oleh permukaan laut yang isoterm pada suhu 20°C, dan tidak ada terumbu karang yang berkembang di bawah suhu 18°C.  Terumbu karang tumbuh dan berkembang optimal pada perairan bersuhu rata-rata tahunan 23-25 °C, dan dapat menoleransi suhu sampai dengan 36-40 °C .

c. Salinitas

Hewan karang batu mempunyai toleransi terhadap salinitas sekitar 27 – 40 ppt. Adanya aliran air tawar akan menyebabkan kematian. Itulah sebabnya daerah-daerah yang memiliki aliran air tawar jarang di jumpai ekosistem terumbu karang .

Banyak spesies terumbu karang yang peka terhadap perubahan salinitas yang besar. Umumnya terumbu karang tumbuh dengan baik disekitar areal pesisir pada salinitas 30 – 35 ppt. Meskipun terumbu karang mampu bertahan pada salinitas diluar kisaran tersebut, namun pertumbuhannya kurang baik dibandingkan pada salinitas normal .

d. Arus

Faktor yang juga mempengaruhi pertumbuhan karang adalah arus substrat dasar perairan. Arus diperlukan untuk mendatangkan makanan berupa plankton. Disamping itu juga membersihkan dari endapan-endapan dan untuk mensuplai oksigen dari laut bebas. Oleh karena itu pertumbuhan di tempat yang airnya selalu teraduk oleh arus dan ombak, lebih baik dari pada diperairan yang tenang dan terlindung .

e. pH

Nilai pH mencerminkan keseimbangan asam dan basa suatu perairan.  Setiap organisme mempunyai toleransi  terhadap pH.  Menurut NTAC (1968) dalam Pangerang dan Mansyur (1994), umumnya organisme perairan dapat hidup pada kisaran pH tidak kurang dari 6,7 dan tidak lebih dari 8,5.  selanjutnya dikatakan bahwa, penambahan suatu senyawa ke perairan hendaknya tidak menyebabkan perubahan pH menjadi lebih kecil dari 6,7 atau lebih besar  dari 8,5.

B. Hipotesis

Karang mempunyai variasi bentuk pertumbuhan karang (life form) yang dibedakan menjadi :

  1. Bentuk bercabang (branching). Karang seperti ini memiliki cabang dengan ukuran cabang lebih panjang di bandingkan dengan ketebalan atau diameter yang dimilikinya.
  2. Bentuk padat (massive). Karang ini memiliki koloni yang keras umumnya berbentuk membulat, permukaannya halus dan padat. Ukurannya bervariasi mulai dari sebesar telur sampai sebesar ukuran rumah.
  3. Bentuk kerak (encrusting). Karang ini tumbuh merambat dan menutupi permukaan dasar terumbu, memiliki permukaan kasar dan keras lubang-lubang kecil.
  4. Bentuk meja (tabulate). Karang ini tumbuh membentuk menyerupai meja dengan permukaan lebar dan datar serta dipotong oleh semacam tiang penyangga yang merupakan bagian dari koloninya.
  5. Bentuk daun (foliose). Karang ini membentuk lembaran-lembaran yang menonjol pada dasar terumbu, berukuran kecil dan membntuk lipatan-lipatan melingkar.
  6. Bentuk jamur (mushroom). Karang ini terdiri dari satu buah polyp yang berbentuk oval dan tampak seperti jamur, memiliki banyak tonjolan seperti punggung bukit yang beralur dari tepi ke pusat.

Berdasarkan bentuk pertumbuhannya karang batu terbagi atas karang Acropora dan non-Acropora (English et. al., 1994). PerbedaanAcropora dengan non-Acropora terletak pada struktur skeletonnya. Acropora memiliki bagian yang disebut axial koralit dan radial koralit. Sedangkan non-Acropora hanya memiliki radial koralit yang bentuk pertumbuhannya terdiri atas :

1. Bentuk Pertumbuhan Non-Acropora

a.   Bentuk bercabang atau (branching) memiliki bagian bercabang yang lebih panjang dari diameter yang dimiliki. Banyak terdapat di sekitar tepi terumbu dan bagian atas lereng terutama yang terlindungi dan setengah terbuka. Bersifat banyak memberikan tempat perlindungan bagi ikan dan invertebrata tertentu.

b.   Bentuk padat (massive), dengan ukuran bervariasi serta beberapa bentuk seperti bongkahan batu, permukaan karang ini halus dan padat. Biasanya ditemukan disepanjang tepi terumbu dan bagian atas terumbu.

c.   Bentuk kerak (encrusting), tumbuh menyerupai dasar terumbu dengan permukaan yang kasar dan keras serta lubang-lubang kecil. Banyak terdapat di lokasi yang terbuka dan berbat-batu. Bersifat memberikan tempat perlindungan untuk hewan kecil yang sebagian tubuhnya tertutup oleh cangkang.

d.   Bentuk lembaran (foliose), merupakan lembaran-lembaran yang menonjol pada dasar terumbu, berukuran kecil dan membentuk lipatan atau melingkar terutama pada lereng terumbu dan daerah-daerah yang terlindung. Bersifat memberikan tempat perlindungan bagi ikan dan hewan lain.

e.   Bentuk jamur (mushroom), berbentuk oval dan tampak seperti jamur, memiliki banyak tonjoloan seperti punggung bukit beralur dari tepi sampai pusat mulut.

f.    Bentuk submasif (submassive), bentuk kokoh dengan tonjolan-tonjolan atau kolom-kolom kecil.

g.   Karang api (millephora), semua jenis karang api yang dapat dikenali dengan adanya wara kuning di ujung koloni, dan rasa panas seperti terbakar bila disentuh.

h.   Karang biru (heliophora), dapat dikenali dengan adanya warna biru pada rangkanya.

2.   Bentuk pertumbuhan Acropora terdiri atas :

a.   Acropora bentuk cabang (branching acropora), berbentuk seperti ranting pohon.

b.   Acropora meja (tabulate acropora)bentuk bercabang dengan arah mendatar dan rata seperti meja. Karang ini ditopang dengan batang yang berpusat atau bertumpuh pada satu sisi membentuk sudut atau datar.

c.   Acropora merayap (encrusting acropora), bentuk merayap biasanya terjadi pada acropora yang belum sempurna.

d.   Acropora submasif (submassive acropora), percabangan bentuk ganda seperti lempengan dan kokoh.

e.   Acropora berjari (digitate acropora), bentuk percabangan rapat dengan cabang seperti jari tangan.

Daerah Perlindungan Laut (DPL)

1.        Pengertian  Daerah Perlindungan Laut

Daerah Perlindungan Laut (DPL) atau Marine Sanctuary adalah suatu kawasan laut yang terdiri atas berbagai habitat, seperti terumbu karang, lamun, dan hutan bakau, dan lainnya baik sebagian atau seluruhnya, yang dikelola dan dilindungi secara hukum yang bertujuan untuk melindungi keunikan, keindahan, dan produktivitas atau rehabilitasi suatu kawasan atau kedua-duanya.  Kawasan ini dilindungi secara tetap/permanen dari berbagai kegiatan pemanfaatan, kecuali kegiatan penelitian, pendidikan, dan wisata terbatas (snorkle dan menyelam)  .

2.        Fungsi Daerah Perlindungan Laut

DPL diyakini sebagai salah satu upaya yang efektif dalam mengurangi kerusakan ekosistem pesisir, yaitu dengan melindungi habitat penting di wilayah pesisir, khususnya ekosistem terumbu karang.  Selain itu DPL juga penting bagi masyarakat setempat sebagai salah satu cara meningkatkan produksi perikanan (terutama ikan yang berasosiasi dengan terumbu karang), memperoleh pendapatan tambahan melalui kegiatan penyelaman wisata bahari, dan pemberdayaan pada masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan sumberdaya mereka(Coremap II 2006).  Kunci utama berfungsinya sebuah DPL adalah adanya suatu kawasan yang ditetapkan sebagai zona inti, yaitu zona larang yang permanen.  Hal ini berarti dalam zona ini aktivitas perikanan selamanya tidak diperbolehka.  Kegiatan pengambilan hewan laut seperti kerang, teripang laut, kerang-kerangan atau organisme hidup lainnya seperti ikan karang yang berada dalam zona ini dilarang .

3.        Tujuan Penetapan Daerah Perlingungan Laut

Menurut tujuan penetapan daerah perlindungan laut (DPL) antara lain :

  • Meningkatkan dan mempertahankan produksi perikanan disekitar daerah perlindungan.
  • Menjaga dan memperbaiki keanekaragaman hayati pesisir dan laut seperti terumbuh karang, ikan, tumbuhan serta organisme lainnya.
  • Dapat dikembangkan sebagai tempat yang cocok untuk daerah tujuan wisata.
  • Meningkatkan pendapatan/kesejahteraan masyarakat setempat
  • Mendidik masyarakat dalam hal perlindungan /konservasi sehingga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kewajiban masyarakat untuk mengambil peran dalam menjaga dan mengelola sumberdaya secara lestari.
  • Sebagai lokasi penelitian dan pendidikan keanekaragaman hayati pesisir dan laut bagi masyarakat, sekolah, lembaga peneliti dan perguruan tinggi.

 

III.  METODE PENELITIAN

A.      Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan selama 2 (dua) bulan pada bulan April – Mei 2011. Lokasi dipusatkan di Daerah Perlindungan Laut (DPL) di Desa Waha Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. Gambar 1 DPL Desa Waha dibentuk dalam rangka mendukungpengelolaan terumbu karang yang berkelanjutan Untuk  mempertahankan, memperbaiki, dan meningkatkan sumberdaya pesisir dan lautmelalui program Coremap II Wakatobi.

B.     Alat

Alat yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut  :

Parameter                                 Satuan                          Alat

– Life form karang dan ikan                set                Scuba set, kamera bawah air,               gambar karang,Buku identifikasi ikan, meteran roll, sabak, alat tulis dan perahu motor.

– Letak Posisi Stasiun                               –           GPS(Global Positioning System)

C.    Metode Pengambilan Data.

a)     Terumbu karang

Pengamatan terumbu karang pada suatu ekosistem, dilakukan dengan menggunakan metode LIT (line transect method)  (English et al., 1994).  Persentase pentupan karang didiukur  disetiap stasiun diamati kedalaman 3 m dan 10 m. Hal ini berdasarkan pernyataan dari Suharsono (1994) bahwa penutupan kedua kedalaman (3 m dan 10 m) dianggap telah mewakili secara ekologis kondisi terumbu karang yang dijumpai pada dua kedalaman tersebut. Pemasangan transek diletakkan sejajar dengan garis pantai dan mengikuti kontur. Penyelam mengikuti transek dan mencatat transisi karang yang menyinggung transek dalam sentimeter dan mencatat kode bentuk hidupnya (life form).

b)     Ikan karang

Pengamatan ini menggunakan metode sensus visual sepanjang 50 m yang dilakukan bersamaan dengan pengukuran karang.  Batas pengamatan data ikan adalah 2,5 mke arah kiri dan kanan sehingga luasan pengamatan yang didapat pada tiap stasiun adalah 250 m2. Pencatatan data ikan karang ini adalah dengan mengidentifikasi spesies ikan yang dijumpai dan jumlahnya.

D.    Analisis Data

a.      Persentase Penutupan Karang (Cover)

Persentase penutupan karang hidup dihitung dengan menggunakan rumus Persentase penutupan (cover) (English et.al, 1994) :

Kriteria penilaian kondisi terumbu karang adalah berdasarkan Persentase penutupan karang hidup dengan kategori sebagai berikut  (Gomez dan Alcala, 1984, dalam Dahuri, dkk, 1993).

1.   Kategori rusak           =  0 – 25 %

2.   Kategori sedang        =  25 – 50 %

3.   Karegori baik            =  50 – 75 %

4.   Kategori sangat baik =  75 – 100 %

b.      Kelimpahan ikan

Kelimpahan menurut Brower dan Zar (1977) adalah jumlah individu persatuan luas atau volume, dengan rumus sebagai berikut :

1.55

Keterangan :

Ni : Kelimpahan individu ikan (ind/m2)

Σni : Jumlah individu yang diperoleh tiap stasiun

A : Luas daerah pengamatan (m2)

Kriteria penilaian ikan karang adalah ai berikut  (Gomez dan Alcala, 1984, dalam Dahuri, dkk, 1993).

1.   Sedikit                       =  < 50 ekor sepanjang transek

2.   Banyak                      =  50 – 100 ekor sepanjang transek

3.   Melimpah                  =  > 150 ekor sepanjang transek

(http://surajis.multiply.com/journal/item/115)

Bahasa Indonesia (Softskill)


BAHASA INONESIA 1
ABSTRAKSI
I. DEFINISI ABSTRAKSI

Abstrak merupakan suatu ringkasan yang lengkap dan menjelaskan keseluruhan isi artikel ilmiah. Abstrak umumnya disajikan dalam satu paragraf dan disarankan tidak lebih dari 200 kata (beberapa jurnal mengijinkan sampai 400 kata). Abstrak ditempatkan pada bagian awal artikel ilmiah. Penulisan abstrak yang baik perlu dipertimbangkan mengingat bagian ini merupakan bagian artikel yang dibaca setelah judul. Bagian artikel yang paling sulit dikerjakan adalah abstrak. Abstrak dalam bahasa Inggris merupakan satu kemutlakan yang harus ada (persyaratan dalam akreditasi jurnal ilmiah).
Abstrak harus bersifat informatif dan deskriptif, artinya setiap informasi yang terkandung pada abstrak tersebut harus berdasarkan fakta. Dengan kata lain, sangat tidak diperkenankan untuk mencantumkan informasi yang tidak ada faktanya yang jelas dalam isi artikel pada suatu abstrak. Abstrak yang baik harus mengandung empat unsur: argumentasi logis perlunya dilakukan observasi atau penelitian untuk memecahkan masalah, pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah (metode), hasil yang dicapai dalam penelitian serta kesimpulan yang diperoleh. Setiap unsur hendaknya diungkapkan dalam kalimat yang singkat dan jelas, dengan demikian keseluruhan abstrak menjadi tidak terlalu panjang.
Abstrak tidak boleh mengandung pustaka dan penunjukkan gambar atau tabel. Data dalam abstrak, hendaknya disajikan secara tepat sehingga pembaca tidak perlu mengacu pada ilustrasi yang disajikan di dalam teks. Dengan alasan yang sama, sebaiknya dihindari penggunaan singkatan pada abstrak. Penyajian abstrak dengan cara seperti ini menjadi sangat penting, bila diinginkan suatu artikel ilmiah dibaca secara luas.

II. Fungsi / Tujuan abstrak:
• Current awareness: memudahkan para pembaca untuk mendapatkan informasi terbaru tentang suatu bidang yang diminati, tanpa harus membaca seluruh isi dokumen
• •Menghemat waktu pembaca
• Melanjutkan membaca atau tidak ?
• Menghindari terjadi duplikasi tulisan
• Keyword : memudahkan dalam penyimpanan secara elektronis

III. SIFAT-SIFAT ABSTRAK

 UTUH
Sebuah abstrak yang baik seharusnya bersifat utuh (complete) dan berdiri sendirI. Utuh di sini berarti bahwa paragraf tersebut berisi semua komponen yang seharusnya ada dalam sebuah abstrak. Standalone artinya bahwa abstrak tersebut bisa memberikan pemahaman kepada pembaca tentang esensi isi artikel tanpa harus melihat artikel tersebut secara keseluruhan. Harap diingat bahwa abstrak adalah miniature tulisan ilmiah sehingga semua komponen penting artikel harus tercantum dalam abstrak.

 Sarat Makna (Concise)
Sarat makna artinya kata dan kalimat yang digunakan dalam abstrak mempunyai makna yang padat, namun tetap akurat. Untuk menjelaskan sesuatu, gunakan kata dan kalimat sesingkat mungkin tanpa mengurangi makna ketika menggunakan kalimat yang panjang. Jadi, kalau kalimat yang panjang dan pendek itu sama maknanya maka kalimat yang lebih pendek itu adalah sarat makna.

 Jelas (clear)
Abstrak juga harus jelas, baik dalam kata dan kalimat yang digunakan maupun dalam rangkaian kalimatnya untuk membentuk sebuah pemahaman. Alur informasi yang disampaikan oleh abstrak harus jelas sehingga sebuah abstrak memang harus punya organisasi yang baik.

 Terangkai baik (cohesive)
Kalimat-kalimat yang menyusun sebuah abstrak harus terangkai dengan baik. Antara satu kalimat dan kalimat berikutnya, harus mengalir dengan baik. Jangan terkesan melompat atau patah. Gunakan kata sambung bila perlu. Tujuannya tidak lain agar keterbacaan (readability) abstrak tersebut tinggi.

IV. Hal-hal Penting dalam Membuat Abstrak

Beberapa hal penting yang sebaiknya anda perhatikan pada saat membuat abstrak adalah sebagai berikut:
 Tidak informasi baru – Abstrak tidak boleh mengandung informasi baru yang tidak tercantum di dalam artikel utama.

 Kalimat sederhana dan tidak bertele-tele – Kalimat dalam abstrak hendaknya dibuat langsung dan tidak bertele-tele, apalagi mengandung kata-kata kiasan. Harap diingat bahwa ruang yang tersedia untuk abstrak sangat terbatas sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan kalimat-kalimat yang penuh dan sarat makna.

 Menghindari singkatan dan istilah – Singkatan dan istilah yang tidak umum sebaiknya tidak digunakan dalam abstrak. Umum tidaknya sebuah istilah dan singkatan, bisa berbeda antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu lainnya

 Sekali saja – Kalimat-kalimat yang dicantumkan dalam abstrak masing-masing mempunyai arti yang unik dan menyampaikan informasi yang unik pula. Karena ruang yang terbatas, informasi harus disampaikan sekali saja.

 Panjang abstrak – seberapa panjang abstrak yang harus anda buat? Untuk artikel ilmiah, panjang abstrak biasanya berkisar antara 150 hingga 250 kata. Untuk laporan skripsi, tesis, atau disertasi biasanya mempunyai abstrak yang lebih panjang dari itu. Yang paling penting untuk dilakukan adalah memeriksa panduan penulisan yang ada. Jangan membuat abstrak melebihi ketentuan yang berlaku.

V. Anatomi Abstrak

Karena abstrak adalah bentuk mini dari artikel atau tulisan utama, abstrak memiliki anatomi yang mirip dengan tulisan utama. Abstrak mengandung hal-hal penting dari tulisan utama.

Sebuah abstrak yang baik memiliki anotomi seperti di bawah ini:
a) Pembukaan – Bagian ini mengawali sebuah abstrak dan biasanya terdiri dari satu atau paling banyak dua kalimat. Bagian pembukaan ini menjawab pertanyaan: mengapa itu penting? Bisa juga bagian ini tidak ada, dan abstrak langsung dimulai dengan tujuan penelitian.

b) Masalah dan tujuan – Bagian ini selalu ada dalam sebuah abstrak, dan biasanya merupakan kalimat pertama atau kedua dari abstrak. Di bagian ini pula sering dicantumkan hipotesis penelitian.

c) Materi dan Metode – Bagian menyusul bagian masalah, tujuan, dan hipotesis penelitian. Bagian ini menjawab pertanyaan-pertanyaan: bagaimana penelitian dilakukan?, metode apa yang digunakan?, dan analisis apa yang diterapkan?

d) Hasil – Bagian ini mencantumkan hasil penelitian, termasuk signifikansi secara statistik dari hasil penelitian tersebut. Abstrak tidak mengandung pembahasan (diskusi) yang merupakan interpretasi penulis terhadap hasil penelitian. Dengan demikian, hasil penelitian ditampilkan apa adanya.

e) Kesimpulan – Ini adalah bagian terakhir dari sebuah abstrak. Di sini penulis menyampaikan kesimpulan dalam kaitan dengan jawaban pertanyaan penelitian.

VI. JENIS ABSTRAK

1.2. Abstrak Deskriptif

Sebagai abstrak deskriptif, Abstrak hanya menyajikan uraian yang sangat singkat tentang isi tulisan tanpa menyatakan apa yang dibahas dalam aspek-aspek yang tercakup pada tulisan itu sendiri. Dengan kata lain, untuk menjelaskan gagasan utama yang terdapat pada tulisan, Abstrak cukup disusun dalam kalimat tunggal sehingga Abstrak tidak memerlukan perincian yang bersifat detil ataupun contoh-contoh yang bersifat ilustratif. Pandangan penulis tentang karyanya pun tidak akan tampak dalam Abstrak. Pendek kata, pada Abstrak penulis hanya menyajikan hal-hal yang bertalian dengan topik atau menyajikan semata-mata tentang problematika yang terdapat dalam tulisannya.

1.3. Abstrak Informatif: Ringkasan (Precise)

Ringkasan merupakan penyajian singkat tentang isi tulisan dengan memperlihatkan urutan dari isi atau bab-bab yang terdapat dalam tulisan. Dalam bentuknya yang singkat itu, urutan tentang isi atau bab-bab tulisan disajikan secara proporsional. Pada prinsipnya di dalam ringkasan, gagasan dan pendekatan penulis telah tampak dan problematika berikut upaya pemecahan yang ada dalam tulisan disajikan berurutan sesuai bab-bab yang ada. Adakalanya ilustrasi juga disertakan dalam ringkasan.

1.4. Abstrak Informatif: Ikhtisar (Summary)

Abstrak yang berbentuk ikhtisar sebenarnya sering digunakan para penulis dalam membuat kutipan secara tidak langsung ataupun di dalam menyimpulkan suatu uraian. Sebagai salah satu bentuk abstrak, ikhtisar juga merupakan penyajian singkat tentang isi tulisan namun tidak mempertahankan urutan bab-bab yang ada seperti halnya pada ringkasan. Dengan demikian, problematika dan upaya pemecahan yang tersaji dalam tulisan dijelaskan secara ringkas dan bebas tanpa memberikan penjelasan mengenai isi dari seluruh tulisan secara proporsional. Ilustrasi pun kadang juga diperlukan dalam sebuah ikhtisar.

1.5. Panjang Abstrak

Tidak terdapat patokan yang absolut mengenai besar kecilnya ringkasan maupun ikhitisar namun bagi penulis pemula dapat mempergunakan patokan seperti misalnya apabila jumlah halaman tulisan adalah 250 halaman, maka proporsi untuk ringkasan atau ihtisar dapat diperkirakan dengan menggunakan rumus di bawah ini :

Jumlah halaman X baris setiap halaman X kata dalam dalam satu baris.
(250X25X9)= 56.250 kata

maka jumlah halaman ringkasan atau ikhtisar yang dibutuhkan adalah :
56.250 : (25X9) = 250 kata = ± 1,1 halaman berukuran kuarto dalam 1 spasi atau ±2,5 halaman dalam 2 spasi pada kertas berukuran kuarto

Patokan untuk menentukan jumlah baris dalam satu halaman maupun jumlah kata dalam satu baris seperti digunakan pada contoh di atas adalah berasal dari standar masyarakat ilmiah bahwa huruf yang dipakai untuk karya ilmiah adalah berukuran PICA pada mesin ketik atau sama dengan jenis huruf Times New Roman 12 pada program pengolah kata MS Word dan sejenisnya.
Rumus untuk menentukan ukuran ringkasan atau ikhtisar seperti di atas hanyalah gambaran umum yang tidak perlu ditetapkan secara ketat karena yang penting adalah ukuran dan keseimbangan proporsional dengan besar tebal tipisnya sebuah tulisan.

Referensi Artikel:

http://staf.cs.ui.ac.id/WebKuliah/Scientific-Writing/Abstrak.ppt
http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/Abstrak-kesimp-saran.pdf

Comment about new teacher of SoftSkill


Hari ini tanggal 25 September 2012, hari pertama masuk kuliah. Ini mata kuliah terakhir,kesan pertama saya pasti sangat menyenangkan.Karena biasanya Dosen SoftSkill itu tidak ribet dan  masuk nya hanya sebulan atau tiga bulan sekali. Lalu Ibu Dosen itu datang,Dia bernama Ira Phajar lestari. Dalam benak saya bu Ira pasti baik karena pas pertama masuk kelas aura nya langsung keluar. Ternyata benar Ibu Ira berbicara di depan kelas dengan luwes dan tanpa beban itu terlihat dari gaya berbicara dan tutur katanya, saya tahu Ibu Ira pasti pendidikan nya tinggi. Benar saja karena dia bilang ,dia lulusan Universitas Gunadarma jurusan Ekonomi angakatan pertama, yg dulu bernama STIE Gunadarma. Ya, angkatan pertama ” sebagai kelinci percobaan” dia bilang. Yang lebih mengagetkan lagi di akhir kelas nya ibu Ira langsung memberikan setumpuk tugas yang tidak biasa diberikan kepada Dosen SoftSkill lain nya.Belum lagi harus membuat 30 artikel dengan bahasa sendiri alias “NO COPAS”. Dalam hati saya”MATI GW”, tetapi saya berfikir dengan diberikannya setumpuk tugas ,saya jadi lebih rajin dan lebih bisa meluangkan waktu saja untuk belajar dari pada main. Dan juga bisa membangun karakter untuk bekerja keras dan pantang menyerah dalam menyelesaikan suatu tugas atau masalah. Terima Kasih Bu IRA 🙂